One Fine Day

Kemarin, tepatnya tanggal 06 Juni 2017, aku dan teman-teman kuliah akhirnya membuat acara. Sebelumnya aku ceritain dulu ya. Jadi, selama 2 tahun aku kuliah, kelasku ini gak pernah buat acara apapun, acara kumpul katakanlah begitu. Semua ide atau rencana hanya berujung wacana hahahaha. Sampai lah pada awal bulan ini disaat orang-orang lagi berpuasa, salah satu teman menyarankan untuk membuat Bukber atau Buka Bersama. Well, Bukber is the famous things happening kayak semua orang pasti akan merencanakan itu. Terus kita yang denger kayak “Oh iya juga ya” atau “Iya iya kita kan gak pernah bikin acara bareng” jadilah rencana awal: Bukber.

Sebenarnya yang lebih heboh cewek-ceweknya sih… Ya tau kan cewek. Pas lagi mikir enaknya tempatnya dimana atau blablabla, salah satu teman menyarankan gimana kalau kita ngabuburit sambil bagi-bagi makanan. Kan asik ngabuburit sambil berbuat sesuatu. Yang lain langsung “I’m in!” Karena kalo bukan wacana, bakal asik banget.

Emang bener sih kata orang-orang yang suka bikin quotes kebersamaan (ciaaaa) kayak “Paling susah mengumpulkan orang buat bersama-sama” atau fenomena ngajakin bukber terus cuma Yuk Yak Yuk di grup tapi gak ada penggagas. Gak mau cuma ikut-ikutan fenomena bukber, akhirnya beberapa cewek di group chat LINE langsung ngajakin di grup sekaligus nentuin tanggal lalu aku inisiatif bikin LINE Poll biar lebih gampang nentuinnya. Jujur, LINE Poll itu sebuah menu yang bagus banget. Soalnya LINE Poll bikin grup isinya bukan chat kayak terusan gitu gitu. Belum lagi nentuin tempat makan dan karena udah deket hari H, kita jadi gak bisa booking dimana-mana huhu.

Akhirnya pas hari minggu, setelah acara farewell dosen, kita memutuskan Bukber duluan ya itung-itung sekalian diskusiin Bukber kita buat hari Selasa. Lalu, kita memutuskan untuk patungan beli nasi bungkus-nya Pak Panut di GOR Klebengan. So, Angkringan Pak Panut is one of my favorite food. Selain murah, terus jarak ke kosan lumayan dekat. Kita beli nasi 3 jenis terus dimasukkin ke plastik dibarengin sama es teh. Simpel kan!

Habis itu bagi-baginya. Nah, karena kita lebih dari 10 orang jadi 2 orang jadi 1 team. Nah, aku satu team lah sama temanku si Weni terus kita bagi-bagi daerah Gejayan yang ujung-ujungnya jadi ke Klebengan dan sebagainya.

Rasanya pas bagiin nasi bungkus ke orang-orang itu wah unbelievable. Oh ya, sebelum bagiin, mbak Wen (begitu panggilanku) ngajarin aku ngasih dalam Bahasa Jawa. HAHAHA. Jadilah, aku memberanikan diri ngasih ke orang-orang dengan bahasa Jawa dan senyum cantik (a masa). Jadi aku disuruh ngomong “Mbah, iki kagem dahar. Mugi-mugi sehat ya mbah” Lalu, pas aku coba ngomong, orang-orang yang dengerin tuh terharu. Hampir mbah-mbah atau orang-orang yang dapat makanan itu semua “Matur nuwun”. Rasanya kayak there are butterflies grows on you. Pas bagiin itu, aku juga jadi bersyukur, setiap hari bisa makan enak dan aku bisa beli kapanpun aku mau. Lalu, aku juga jadi mikir orang tua di rumah hehe.

Setelah hampir maghrib dan nasi-nya udah habis, kita langsung balik ke Klebengan. Iya, jadinya Bukber di Angkringan Pak Panut juga hehehe aku mah fine-fine aja ya soalnya angkringan is life. Yaudah deh kita sampe jam 7-an lah kira-kira lalu pulang.

I always think sharing is caring. And when I share mine, that means I care. I hope we will never forget we need to be grateful for everything in our life. Because grateful may sounds simple but if you feel it, you’ll be happy. Btw, I made a video for this event. Ya call it vlog or whatever hahaha. Cheers!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s